Perbedaan Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Olahraga

Posted: Agustus 13, 2012 in Uncategorized

Perbedaan  Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Olahraga

Sebelum kita jauh membahas tentang pendidikan Jasmani atau Pendidikan  Olahraga alangkah baiknya kita bahas dulu tentang pengertian pendidikan dan  tujuan pendidikan. Kata yang paling pertama kali kita pertanyakan adalah arti  dari pendidikan sendiri karena Pendidikan Jasmani maupun Olahraga  tersebut  memilki kata yang sama yaitu pendidikan.

1. PENDIDIKAN

berikut Pengertian Pendidikan menurut Para Ahli :

  1. Ki Hajar Dewantara Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan budi   pekerti, pikiran, serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup   yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan   masyarakatnya.
  2. UU No. 2 tahun 1989 Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta   didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan pelatihan bagi peranannya di   masa yang akan datang.
  3. UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional Pendidikan adalah   usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran   agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki   kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,   akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan darinya, masyarakat, bangsa,   dan negara.

Dari beberapa pendapat para ahli dan UU diatas saya dapat menyimpulkan  bahwa

Pendidikan adalah proses pembelajaran yang didapat oleh setiap  manusia untuk dapat membuat manusia itu mengerti, paham, dan lebih dewasa serta  mampu membuat manusia  lebih kritis dalam berpikir dengan apa yang didapat  melalui pembelajaran

TUJUAN PENDIDIKAN

1. Pendidikan sebagai Proses Transformasi Budaya

Sebagai proses transformasi budaya, pendidikan diartikan sebagai kegiatan  pewarisan budaya dari suatu generasi ke generasi lainnya. Nilai-nilai kebudayaan  tersebut mengalami proses transformasi dari generasi tua ke generasi muda. Ada 3  bentuk transformasi yaitu nilai-nilai yang masih cocok diteruskan misalnya  nilai-nilai kejujuran, rasa tanggung jawab dan lain-lain, yang kurang cocok  diperbaiki misalnya tata cara perkawinan, dan tidak cocok diganti misalnya  pendidikan seks yang dahulu ditabukan diganti dengan pendidikan seks melalui  pendidikan formal.

Disini tampak bahwa,proses pewarisan budaya tidak semata-mata mengekalkan  budaya secara estafet. Pendidikan justru mempunyai tugas kenyiapkan peserta  didik untuk hari esok.

2. sebagai Proses Pembentukan Pribadi

Sebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagai sutu  kegiatan yang sistematis dan sitemik dan terarah kepada terbentuknya kepribadian  peserta didik.Proses pembentukan pribadi meliputi dua sasaran yaitu pembentukan  pribadi bagi mereka yang belum dewasa oleh mereka yang belum dewasa, dan bagi  mereka yang sudah dewasa atas usaha sendiri. Yang terkhir disebut pendidikan  diri sendiri.

3. Pendidikan sebagai Proses Penyiapan warga Negara

Pendidikan sebagai penyiapan warga negara diartikan sebagai suatu kegiatan  yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang  baik.

4. Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja

Pendidkan sebagai penyiapan tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan  membimbing peserta didik sehingga memilki bekal dasar untuk bekerja. Pembekalan  dasar berupa pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan kerja pada calon  luaran.

2. PENDIDIKAN JASMANI

Definisi tentang Pendidikan Jasmani menurut para ahli yaitu sebagai berikut  :

Barrow (1971, 1983) menyatakan Pendidikan  Jasmani dalam konteks ‘pengalaman pendidikan menyeluruh’ dan berkait dengan hal  seumur hidup setiap individu.

Baley & Field (1976), satu proses  pengubahsuaian dan pembelajaran berkenaan organik, neuromaskular, intelektual,  sosial, budaya, emosional dan estetik, hasil melalui aktiviti-aktiviti fizikal  yang terpilih dan agak rancak,

Freeman (1977, 1992) menegaskan bahasa Pendidikan  Jasmani meliputi pembangunan fizikal dan mental dan menumpu pada tiga domain  pendidikan, ia itu psikomotor, kognitif dan afektif.

Lumpkin (1990) berpendapat Pendidikan Jasmani  merupakan suatu proses yang membolehkan individu mempelajari kemahiran-kemahiran  fizikal, mental dan sosial serta tahap kecergasan yang tinggi.

Dauer (1995) berpendapat Pendidikan Jasmani ialah  sebahagian daripada program pendidikan yang menyeluruh, yang memberi sumbangan  pada asasnya melalui pengalaman-pengalaman pergerakan kepada perkembangan dan  pembangunan keseluruhan kanak-kanak.

Setelah kita membaca definisi diatas kita dapat menyimpulkan bahwa :

Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu maupun  anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai  kegiatan dalam rangka memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani,  pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan watak

Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan  aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu,  baik dalam hal fisik, mental, serta emosional.

a. Tujuan Pendidikan Jasmani

Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan  pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas  jasmani dan olahraga yang terpilih

Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik

Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar

Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi  nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan  kesehatan

Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama,  percaya diri dan demokratis. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga  keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Memahami konsep aktivitas  jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai  pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta  memiliki sikap yang positif.

b.  Ruang Lingkup Pendidikan Jasmani

Permainan dan olahraga meliputi: olahraga tradisional, permainan. eksplorasi  gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor,dan manipulatif, atletik, kasti,  rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis  lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya

Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran  jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya

Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat,  ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya

Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic  serta aktivitas lainnya

Aktivitas air meliputi: permainan di air, keselamatan air, keterampilan  bergerak di air, dan renang serta aktivitas lainnya

Pendidikan luar kelas, meliputi: piknik/karyawisata, pengenalan lingkungan,  berkemah, menjelajah, dan mendaki gunung

Kesehatan, meliputi penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,  khususnya yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat, merawat  lingkungan yang sehat, memilih makanan dan minuman yang sehat, mencegah dan  merawat cidera, mengatur waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif dalam  kegiatan P3K dan UKS. Aspek kesehatan merupakan aspek tersendiri, dan secara  implisit masuk ke dalam semua aspek.

3. PENDIDIKAN OLAHRAGA

Pendidikan Olahraga dapat didefinisikan sebagai berikut :

Menurut saya Pendidikan Olahraga adalah proses  pembelajaran yang dilakukan dengan cara aktivitas gerak manusia menurut teknik  tertentu dalam pelaksanaannya ada unsur bermain : Ada rasa senang, Dilakukan  waktu luang, Aktivitas dipilih (sukarela), Kepuasan dalam proses, Jika tidak  dilaksanakan ada sanksi dan Nilai positif.

Tujuan dari Pendidikan Olahraga bisa kita ketahui dari tujuan olahraga itu  sendiri yaitu :

*Peningkatan

Meskipun orang itu bebas penyakit belum tentu orang iti sehat,dengan mengukur  beban latihan yang di berikan pada seseorang,maka kebugaran dapat di klasifikasi  menjadi sangat kurang,latihan fisik yang teratur dan terukur di sertai gizi yang  cukup akan meningkatkan kebugaran seseorang.kebugaran ini di tandai olah daya  tahan jantung,otot,kelenturan tubuh,komposisi tubuh, kecepatan gerak,  kelincahan, denyut nadi. latihan slalu di monetor [periksa] agar tidak melebihi  denyut yang di perbolehkan antara 72-87% dari denyut yang maksimal.

*Pencegahan

Olahraga dapat mencegah dampak negatif dari hopokenisia[kurang gerak],  memperlambat proses penuaan, memperlancar proses kelahiran pada wanita  kehamilan.

*Pengobatan

Membantu proses penyambuhan pada penyakit jantung,kencing manis, rematik,  asma, kropos tulang, dll. peredaran darah orang yang berolahraga lebih lancar,  sehingga racun yang menumpuk di tubuh cepat di keluarkan.

*Pemulihan

Penyandang cacat,kerusakan otak,tuna rungu,epilepsi dll membutuhkan olahraga  yang sesuai dengan keadaan yang di penderita,apabila penyandang cacat ini tidak  melakukan olahraga maka cacatnya akan bertambah karena terjadi kekurangan  gerak,otak menjadi lemah sehingga mudah timbul  penyakit-penyakit,jantung,ginjal,saluran darah,dll selain itu olahraga bagi  penyandang cacat juga sangat di perlukan untuk menghilangkan anggapan masyarakat  bahwa mereka tidak mampu berbuat apa-apa.

4. PERBEDAAN PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN PENDIDIKAN JASMANI

Salah satu pertanyaan yang sering diajukan oleh guru-guru penjas belakangan  ini adalah : “Apakah pendidikan jasmani?” Pertanyaan yang cukup aneh ini justru  dikemukakan oleh yang paling berhak menjawab pertanyaan tersebut.

Hal tersebut mungkin terjadi karena pada waktu sebelumnya guru itu merasa  dirinya bukan sebagai guru penjas, melainkan guru pendidikan olahraga. Perubahan  pandangan itu terjadi menyusul perubahan nama mata pelajaran wajib dalam  kurikulum pendidikan di Indonesia, dari mata pelajaran pendidikan olahraga dan  kesehatan (orkes) dalam kurikulum 1984, menjadi pelajaran “pendidikan jasmani  dan kesehatan” (penjaskes) dalam kurikulum1994.

Perubahan nama tersebut tidak dilengkapi dengan sumber belajar yang  menjelaskan makna dan tujuan kedua istilah tersebut. Akibatnya sebagian besar  guru menganggap bahwa perubahan nama itu tidak memiliki perbedaan, dan  pelaksanaannya dianggap sama. Padahal muatan filosofis dari kedua istilah di  atas sungguh berbeda, sehingga tujuannya pun berbeda pula. Pertanyaannya, apa  bedanya pendidikan olahraga dengan pendidikan jasmani ?

Pendidikan jasmani berarti program pendidikan lewat gerak atau permainan dan  olahraga. Di dalamnya terkandung arti bahwa gerakan, permainan, atau cabang  olahraga tertentu yang dipilih hanyalah alat untuk mendidik. Paling tidak  fokusnya pada keterampilan anak. Hal ini dapat berupa keterampilan fisik dan  motorik, keterampilan berpikir dan keterampilan memecahkan masalah, dan bisa  juga keterampilan emosional dan sosial.

Karena itu, seluruh adegan pembelajaran dalam mempelajari gerak dan olahraga  tadi lebih penting dari pada hasilnya. Dengan demikian, bagaimana guru memilih  metode, melibatkan anak, berinteraksi dengan murid serta merangsang interaksi  murid dengan murid lainnya, harus menjadi pertimbangan utama

Menurut UU No 3 tahun 2005 tentang SKN dijelaskan bahwa

ruang lingkup olahraga dibagi dalam tiga bagian yaitu:

  1. Olahraga pendidikan adalah pendidikan jasmani dan olahraga yang   dilaksanakan sebagai bagian proses pendidikan yang teratur dan berkelanjutan   untuk memperoleh pengetahuan, kepribadian, keterampilan, kesehatan, dan   kebugaran jasmani.
  2. Olahraga rekreasi adalah olahraga yang dilakukan oleh masyarakat dengan   kegemaran dan kemampuan yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan kondisi dan   nilai budaya masyarakat setempat untuk kesehatan, kebugaran, dan   kegembiraan.
  3. Olahraga prestasi adalah olahraga yang membina dan mengembangkan   olahragawan secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan melalui kompetisi   untuk mencapai prestasi dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi   keolahragaan. selain itu dalam pengembangan olahraga perlu dilakukan sebuah   pendekatan keilmuan yang menyeluruh dengan jalan pemanfaatan ilmu pengetahuan   dan teknologi.

by. Didik Cahyono, S.Pd.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s