Sejarah Perkembangan Olahraga

Posted: Agustus 12, 2012 in Uncategorized

PENDIDIKAN JASMANI  DAN OLAHRAGA

I.Masa lama / silam
Masyarakat Primitip , tanpa sekolah.Pendidikan berkembang dari tata cara kehidupan mereka.
Zama hindu dimulai dari penemuan prasasti/yupa di Kutai .Agama ini pada dasarnya adalah karma = perbuatan , untuk sasasara = menjelma kembali.Agama budha mengetenghakan bahwa “peliharalah tubuhnu, karena kesehatan tubuh menuju kebahagiaan” tutur Sagyang Kahamanikam.( abad 5).
Pemerintahan islam berkembang sejak dari Samudera pasai ,sampai jawa dan ke arah timur ( abad 17)—sampai dengan Mataram, pajang dll.” Sabar, taat agama dan pemerintah “

Babad babad di Indonesia lama / silam menceritekan kehidupan di Padepokan yang syarat dengan ilmu agama dan beladiri terutama Pencak silat , sebagai warisan budaya
Penjajahan belanda / portugis dan inggris —– secara khusus bekanda yang sangat lama , menghilangkan catatan catatana yang ada tentang Olahraga dan pendidikan jasmani jaman silam di tanah air.
II.Abad 20, Awal :
1. Penjajah kurang mempunyai perhatian tentang olahraga dan pendidikan jasmani.
( Portugis di Maluku, spanyol di NTT dan Belanda di Jawa ).
2. Tahun 1900 :22 SR untuk Preibumi
32 sekolah untuk anak anak Belanda
3. Tahun 1920 : didirikan THS ( sek.Teknik. Tinggi ) di Bandung – ITB
4. Tahun 1927 : didirikan GHS ( sek.Tinggi,Kedokteran) di Jakarta.
5. Beberapa sekolah yang ada : S.Dasar, Mulo,AMS,(SMP/SMA)HBS,HIK dan Mosvia.
6. Pelajaran penjas yang diberikan :

Senam :
Yang mengembangkan : Spesz – Maul ——-Belanada).
Dr.Minkena ——- Swedia
FHA Claesen ——- Austria
Dimasyarakat : setiap Desa ada Ring dsan Ristok ( Jawa barat )
Atletik :
Sangat digemari karena sering diadakan pertandingan di acara sekolah  Jalan,lari
lempar dan lompat.
Atlit Indonesia terkenal : Harun Al Rasyid, loncat tinggi ketinggian ?

Permainan:
Di Sekolah Dasar / Kasti, Bola baker dan fun Games untuk anak.
Di SMP dan SMA : Sepakbola, bola tangan dan Korl bal ( bola tangan).
Di Masyarakat bangsawan : TENIS
Di Masyarakat China : Tenis Meja dan Basket,

Pendirian Induk Organisasi OR di Indonesia.
No Tahun Olahraga Tempat No Tahun Olahraga Tempat.
1 Anggar Nado Naldi -Italia 2 1940 Angkat Besi Surabaya
3 3-9-50 PASI Hotel du pavilyon SMG 4 1956 IPSI Semarang
Ketua Suroso
5 1950 PORDASI Kalangan TNI
Cimahi. 6 23-10-1951 Perbasi
( bandung -1955). Toni When, dsan Wim Latumeten.
7 22 Januari 1955 PBVSI WJ Latumenten /Azis Saleh 8 1970 PBI ( b0wling) M.Aminudin,Jakarta
9. 5-5-1951 PBSI/Bulutangkis Bandung ( kongres). 10 12-12-1953 Bridge/Gabsi Willy Roring ,Letnan AL/Surabaya
11. 1953 anggo
KONI1987 Bilklyard/
POBSI Candranaya Jakarta 12 17-8-1950 historis) Percasi/Catur Dr.Suwito Mangkusuwondo/ jogyakarta
13 6-10-1977 PDBI/Drum Band Majen.Tjoek Suyono Jakarta 14 8-4-70 PGI/Golf Dr.Ibnu Sutowo Jakarta
15 7-02-1960 PGI /Gulat KolCPM M.Rusli ,Jakarta 16 1946 PHSI/Hoky Iskandar Simanjuntak,Malang
17 1955 PJSI/Judo Prof.Makino, Jakarta 18 6-10-1972 Karate/ PORKI Adikusumo— Mayor Widjojo Suyono
19 2-2-1966 Kempo/PERKEMI Ginanjar KS/Indera KS. Jakarta 20 2-12-49 Menembak (PORPI)/PERBAKIN Soengkono-Watu Kosek /Porong Jatim
21 1973 PEROPI/Perairan ( ski air,Dayung,layar) Sudomo/ Surabaya 22 Januari-1946 Panahan /Perpani Surakarta
23 18-5-1`948 Pencak silat/IPSI Mr.Wongsonegoro./Solo 24 21 Maret 1951 Renang/ PRSI ( [polo air,Loncat Indah). Prof.Purwosudarmo,Jakarta
25 14 Juli 1963 Senam/Persani -Jakarta 26 19 -4-1930 PSSI/Sepakbola Ir.Suratin/Jogyakarta
]
27 1971 PERSERasi Dh.Se[pakraga/ Sul Selatan 28 24-$-1981 Perserosi/Sepatu Roda Ir.Giri Suseno,DKI
29 1967 Perbasasi/ Sofball/Base Ball Bandung / Jakarta 30 16 Des 1976 Taekwondo Majen.Leo Lepolisa
31 29Desember 1935 Tenis/ Pelti Semarang, M.Budiarto& Dr.Boentaran M 32 1948 Tenis Meja/PTMSI(1951)( semula PPSI-Ping Pong) Solo
33 31-3-1939 Pertina /Tinju Batavia 34 1962 Federasi Aero Modelar Indonesia (FASI).PORTELASI/terbang layang Surakarta
35 1950 Otomotif ` Drs.Muso Kunto , Jakarta

Selayang pandang penjas sejak kemerdekaan.
Penjas dan OR , ada yang menyatakan —- ===
Penjas dan OR ,ada yang menyatakan =/=
Menurut UNESCO lewat ICSPE Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan seseorang sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani, dalam rangka memperoleh peningkatan kemampuan dan keterampilan jasmani pertumbuhan kecerdasan dan pembentukan watak
Berdasarkan dokumen yang resmi, Pendidikan Jasmani (physical education) digunakan untuk kalangan pendidikan sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Sedangkan Olahraga (Sport) untuk kegiatan di luar pendidikan yang berorientasi pada peningkatan prestasi melalui pertandingan dan perlombaan
Perbedaan Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Pendidikan Jasmani Olahraga
•Pemahaman gerak
•Berpacu pada satuan kurikulum
•Subyeknya pelajar
Child Centered
Pribadi anak seluruhnya
Entry Behavior
Pengaturan disesuaikan
Gerak kehidupan sehari-hari
Perhatian ekstra pada anak lamban
Tidak mesti bertanding
Wajib •Prestasi
•Bebas
•Subyeknya atlet
Subject centered
Kinerja motorik
Talent Scouting
Aturan Baku
Gerak fungsional cabang
Ditinggalkan

Selalu bertanding
Bebas
Beberapa istilah yang pernah digunakan dalam pendidikan jasmani di sekolah
Gerak Badan tahun 1945 –1950
Terdapat dicotomi , antara Jiwa dan Raga .:
Pendidikan Jasmani Tahun 1950 – 1961Fokusnya pada pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral (Pancawardhana). Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi: moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan (keterampilan), dan jasmaniah
Olahragapendidikan ( ORDIK). Tahun 1962 – 1967Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati. Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Jumlah pelajarannya 9. Hanya memuat mata pelajaran pokok-pokok saja. Muatan materi pelajaran bersifat teoritis,
Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Tahun 1967 – 1982pendidikan lebih efisien dan efektif. Yang melatarbelakangi adalah pengaruh konsep di bidang manejemen, yaitu MBO (management by objective) yang terkenal saat ituMetode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Zaman ini dikenal istilah “satuan pelajaran”, yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi. Kurikulum 1975 banyak dikritik. Guru dibikin sibuk menulis rincian apa yang akan dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran.
PPendidikan Jasmani dan Kesehatan 1982 – 2003 Kurikulum 1975 yang disempurnakan”. Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Leaming (SAL).
Kurikulum 1994 menjelma menjadi kurikulum super padatkehadiran Suplemen Kurikulum 1999. Tapi perubahannya lebih pada menambal sejumlah materi.. Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999
Kurikulum 1994 bergulir lebih pada upaya memadukan kurikulum-kurikulum sebelumnya. Jiwanya ingin mengkombinasikan antara Kurikulum 1975 dan Kurikulum 1984, antara pendekatan proses.
Sayang, perpaduan tujuan dan proses belum berhasil. Kritik bertebaran, lantaran beban belajar siswa dinilai terlalu berat. Dari muatan nasional hingga lokal. Materi muatan lokal disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing, misalnya bahasa daerah kesenian, keterampilan daerah, dan lain-lain. Berbagai kepentingan kelompok-kelompok masyarakat juga mendesakkan agar isu-isu tertentu masuk dalam kurikulum. Walhasil, Kurikulum 1994 menjelma menjadi kurikulum super padat. Kejatuhan rezim Soeharto pada 1998, diikuti kehadiran Suplemen Kurikulum 1999. Tapi perubahannya lebih pada menambal sejumlah
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 2003- sekarang
7. Kurikulum 2004
Meski baru diujicobakan, di sejumlah sekolah kota-kota di Pulau Jawa, dan kota besar di luar Pulau Jawa telah menerapkan KBK. Hasilnya tak memuaskan. Guru-guru pun tak paham betul apa sebenarnya kompetensi yang diinginkan pembuat kurikulum. (sumber: depdiknas.go.id)
7. Kurikulum 2004
Bahasa kerennya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Setiap pelajaran diurai berdasar kompetensi apakah yang mesti dicapai siswa. Sayangnya, kerancuan muncul bila dikaitkan dengan alat ukur kompetensi siswa, yakni ujian. Ujian akhir sekolah maupun nasional masih berupa soal pilihan ganda. Bila target kompetensi yang ingin dicapai, evaluasinya tentu lebih banyak pada praktik atau soal uraian yang mampu mengukur seberapa besar pemahaman dan kompetensi siswa.
Meski baru diujicobakan, di sejumlah sekolah kota-kota di Pulau Jawa, dan kota besar di luar Pulau Jawa telah menerapkan KBK. Hasilnya tak memuaskan. Guru-guru pun tak paham betul apa sebenarnya kompetensi yang diinginkan pembuat kurikulum. (sumber: depdiknas.go.id)

Era Gerak Badan 1945 –1950
Digunakannya istilah Gerak badan adalah untuk menyatakan bahwa pelakunya menggerak-gerakan badan berarti tidak diam.
Gerak Badan sudah masuk dalam bagian pendidikan yang diajarkan di sekolah-sekolah dengan materi pelajaran atletik, senam dan latihan militer. Pada pelaksanaannya anak laki-laki dan perempuan di pisahkan dan perlu adanya nasihat dokter (Harsono 1990; Subroto 1989)
Diberikan di sekolah dengan maksud sebagai kompensasi atau untuk mengimbangi kegiatan anak didik yang harus duduk dengan sikap kaku terus menerus ketika mendengarkan penjelasan guru untuk semua mata pelajaran yang disajikan di dalam kelas.
Era Pendidkan Jasmani (1950 – 1961)
Didasari oleh Undang-undang No. 4/1950, kemudian menjadi Undang-undang Nomor 12/1954 yang sebagian isinya berbunyi; Bangsa Indonesia sehat dan kuat lahir bathin. Oleh karena itu pendidikan jasmani berkewajiban juga memajukan dan memelihara kesehatan badan terutama dalam arti proventif dan juga secara correctief.
Untuk mengawasi jalannya pendidikan jasmani pemerintah membentuk Infeksi Pendidikan Jasmani (IPJ) dan untuk memenuhi kebutuhan guru didirikan Sekolah Guru Pendidikan Jasmani (SGPD), Akademi Pendidikan Jasmani (APD), Kursus B-I, B-2.
Era Olahraga Tahun 1962 – 1967
Istilah Olahraga secara resmi digunakan sejak tahun 1963 yang dengan segera digunakan merata di seluruh lapisan masyarakat hanya kalangan Angkatan Bersenjata yang tetap memakai Pendidikan Jasmani.
Pada era Olahraga ini Sekolah Guru Pendidikan Jasmani (SGPD) digantikan dengan nama Sekolah Menengah Olahraga Atas (SMOA), Akademi Pendidikan Jasmani diganti dengan Sekolah Tinggi Olahraga (STO)
Era Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Tahun 1967 – 1982
Pada era ini Sekolah Menengah Olahraga Atas (SMOA) diganti dengan SGO (Sekolah Guru Olahraga), dan Sekolah Tinggi Olahraga(STO) menjadi Fakultas Keguruan Ilmu Keolahragaan (FKIK) dan akhirnya diganti lagi menjadi Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) di bawah naungan IKIP
Pelaksanaan pendidikan olahraga dan kesehatan di sekolah pada umumnya hanya mengajarkan kemampuan gerak dan keterampilan dasar kegiatan olahraga yang kemudian dikembangkan oleh setiap individu atau anak didik. Kemampuan dan keterampilan tersebut mengarah prestasi optimal. Namun kenyataannya siswa kurang mantap melakukan latihan karena beberapa faktor seperti ; kurangnya sarana olahraga di sekolah, Jumlah jam pelajaran setiap minggu hanya 2 jam pelajaran (2 x 45 menit), kurangnya guru olahraga di sekolah dasar
Era Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (1982 – sekarang)
Dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan kebudayaan RI no. 0413/U/1987 tanggal 4 Juli 1987 dinyatakan adanya perubahan dari istilah pendidikan olahraga dan kesehatan menjadi pendidikan jasmani.
Dalam surat keputusan tersebut di atas dijelaskan pula tujuan dari pendidikan jasmani yaitu ; Mengembangkan individu atau anak didik secara organis, , Neuromuskuler, Intelektual serta Emosional
1. Pengembangan Individu secara organis (mahluk Hidup)
Yaitu pengembangan fisiologis anak didik sebagai hasil mengikuti kegiatan pendidikan jasmani secara teratur, tertib, dan terprogram. Melalui kegiatan tersebut organ tubuh yang merupakan mesin kehidupan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Sebagai contoh : Jantung, paru-paru, ginjal serta kelenjar keringat dapat berfungsi dengan baik dalam memperlancar peredaran darah serta mengangkut sisa-sisa pembakaran dari sel-sel otot ke alat ekskresi
2. Pengembangan Individu secara Neuromuskuler
Anak didik yang mengikuti kegiatan pendidikan jasmani secara teratur di sekolah akan mengalami pertumbuhan fisik yang berkaitan dengan posturnya sehingga otot-ototnya menjadi kuat dan besar, kecepatan reaksi dan koordinasi gerak anak didik menjadi semakin baik, cepat dan tepat sesuai dengan yang kehendanya. Setiap gerak yang dilakukan menjadi efisien dan efektif tanpa mengalami kesulitan yang berarti. Sistem Neuromuskuler anak didik tumbuh dan berkembang secara wajar sesuai dengan usianya.
3. Pengembangan Individu Secara Intelektual
Kegiatan pendidikan jasmani, secara langsung atau tidak langsung, ikut mengembangkan daya intelektual atau kemampuan berpikir anak didik. Dalam kegiatan olahraga permainan misalnya, untuk maengalahkan lawan bermain perlu taktik/siasat.
4. Pengembangan Individu secara Emosional
Dalam kegiatan olahraga yang diprogram dalam pelajaran pendidikan jasmani emosi perlu mendapat perhatian yang besar. Bila upaya pengendalian emosi kurang baik, timbulah perkelahian antar pemain. Demikian juga jika tim menderita kekalahan, pemain akan larut dalam kesedihan yang berkepanjangan. Akan tetapi, bila emosi dapat dikendalikan, mereka akan segera kembali berlatih untuk memperbaiki kekurangan. Emosi dapat terungkap dalam bentuk kegembiraan, kesedihan, atau kemarahan.
KEPUSTAKAAN

– Didik Cahyono, S.Pd.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s